
Al-Imam Ahmad bin Hasan Al-Atthas berkata, "Ketahuilah sesungguhnya SETIAP WAKTU YANG TERLEWATKAN dari diri manusia, yang tidak digunakan untuk ketaatan, atau kemaslahatan agama atau dunia, maka hal itu merupakan suatu kerugian.
WAKTU terbagi menjadi tiga yaitu yang:
• Bermanfaat bagimu
• Merugikanmu
• Tidak bermanfaat ataupun merugikan
Waktu yang bermanfaat bagimu adalah waktu yang kau makmurkan untuk berdzikir menyebut Allah, berdakwah di jalan Allah, dan memenuhi perintah-Nya.
Waktu yang merugikanmu adalah waktu yang kau makmurkan untuk menerjang perintah-Nya.
Sedangkan waktu yang tidak bermanfaat ataupun merugikanmu adalah waktu yang tidak kau makmurkan dengan apa pun, jika memungkinkan mengosongkan waktu dari keduanya.
Semua amal memiliki kendali, yaitu niat yang baik yang dapat menjadikan segala perbuatan menjadi perbuatan taat."
Wallahu a'lam bish-shawab
(Al-Manhaj as-Sawiy, Syarh Ushul Thariqah as-Sadah al-Ba 'Alawi lil al-'Allamah al-Muhaqqiq ad-Da'illallah al-Habib Zain bin Ibrahim bin Smith)

قالوا : مقامك حيث أقامك
Para ulama' berkata, "Kedudukanmu di sisi Allah sesuai dengan dimana engkau sekarang ini di dalam kesibukanmu.
إذا أردت أن تعرف قدرك عند الله ، فانظر أين أقامك ؟
Jika engkau ingin mengetahui kedudukanmu di sisi Allah maka lihatlah, dimanakah sekarang ini kesibukan aktivitasmu?
فإذا شغلت بالذكر فاعلم أنه يريد أن يذكرك
Jika engkau sibuk diri dengan dzikir, maka ketahuilah bahwasannya Allah ingin mengingatmu..
إذا شغلت بالقرآن ، فاعلم أنه يريد أن يحدثك
Jika lidahmu sibuk dengan Al-Qur'an maka ketahuilah bahwasannya Allah mau berbicara atau berinteraksi denganmu..
إذا شغلت بالطاعات ، فاعلم أنه قربك
Jika engkau tersibukkan dengan ketaatan-ketaatan, maka ketahuilah bahwasannya Allah mendekatimu..
إذا شغلت بالدنيا ، فاعلم أنه أبعدك
Jika engkau tersibukkan dengan dunia, maka ketahuilah bahwasannya Allah menjauhimu..
إذا شغلت بالناس ، فاعلم أنه أهانك
Jika engkau tersibukkan dengan manusia, maka ketahuilah bahwasanya Allah menghinakanmu..
إذا شغلت بالدعاء ، فاعلم أنه يريد أن يعطيك
Jika engkau tersibukkan dengan do'a, maka ketahuilah bahwasannya Allah menginginkan memberikan sesuatu kepada dirimu..
اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك
Ya Allah...bantulah kami agar selalu mengingat-MU, mensyukuri-MU dan agar mampu beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya..
يالله بالتوفيق حتى نفيق ونلحق الفريق
Mudah-mudahan kita mendapat taufiq sehingga digolongkan bersama orang-orang shaleh..
Aamiin ya Rabbal alamin.

Berkata Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad dalam kitab beliau, Risalatul Mu'awwanah...
ومتى رأيت من نفسك تكاسلاً عن طاعته أو ميلاً إلى معصيته فذكرها بأن الله يسمعك ويراك ويعلم سرك ونجواك، فإن لم يفدها هذا الذكر لقصور معرفتها بجلال الله تعالى فاذكر لها مكان الملكين الكريمين اللذين يكتبان الحسنات والسيئات واتل عليها (إذ يتلقَّى المتَلقيانِ عن اليمين وعن الشمال قعيد ما يلفِظُ من قول إلا لديه رقيب عتيد) فإن لم تتأثر بهذا التذكير فذكرها قرب الموت وأنه أقرب غائب ينتظر، وخوِّفها بهجومه على غرة وأنه متى نزل بها وهي على حالة غير مرضية تنقلب بخسران لا آخر له، فإن لم ينفعها هذا التخويف فاذكر لها ما وعد الله به من أطاعه من الثواب العظيم وما توعَّد به من عصاه من العذاب الأليم
________________
Dan jika dalam hatimu timbul rasa malas pada ketaatan dan cenderung untuk mengerjakan kemaksiatan:
(MAKA HENDAKNYA DIA MELAKUKAN 4 MACAM NASIHAT KEPADA HATI DAN TINDAKAN):
1. Katakan kepada nafsumu,
“Hai nafsu! Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala selalu mendengarmu, melihatmu, dan mengetahui segala rahasia dan bisikanmu.”
2. Jika ia belum dapat menuruti nasihatmu maka katakan kepadanya,
"Akan ada dua malaikat yang selalu mencatat kebajikan dan kejelekan, yaitu Raqib dan Atid".
Dan bacakan padanya firman Allah Subhanahu wa Ta'ala
إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ... مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ ..
"Ketika dua malaikat yang mencatat amal buruk di sebelah kanan dan di sebelah kiri. Tidaklah perkataan yang dikeluarkan seseorang melainkan di sisinya ada dua malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf : 17-18)
3. Jika nasihat tersebut tetap tak dapat menghentikan tindakanmu untuk berbuat maksiat, berilah ia pengertian tentang "KEMATIAN" yang sudah semakin dekat. Dan kematian adalah satu rahasia yang dinanti kedatangannya. Apabila ajal telah menjemputnya sedangkan ia senantiasa mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak diridhai oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, maka hanya penyesalan tak ada habisnya yang ia peroleh.
4. Bila ia masih dan tak menghiraukan nasihat itu, maka ingatkan ia sekali lagi tentang pahala besar yang dijanjikan oleh Allah, bagi mereka yang taat pada-Nya dan siksa yang pedih yang disediakan Allah bagi orang yang durhaka kepada-Nya.
Demikian butiran-butiran nasehat dari Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad dalam kitab fenomenal beliau, RISALATUL MUAWANAH.




